Monday, February 23, 2026
KUTULIS UNTUK KANEISH (7)
Thursday, May 22, 2025
TULISAN UNTUK KINAN (9)
Sunday, February 23, 2025
KUTULIS UNTUK KANEISH (6)
Saat engkau terjaga
Aku 'kan ada di sana
Sempatkan bermain dan bawakan cendera mata
Satu sampai lima tahun, cepat tak terasa
Untaian kata diatas bukan puisi karya bapak, bapakmu tidak sepuitis itu, itu penggalan lirik lagu .Feast yang bapak dengar tiap hari melebihi minum obat, tapi belum bosan juga. Lagu itu mewakili perasaan seorang bapak. Seorang bapak yang putri keduanya sudah melewati 5 tahun. Seorang bapak yg pulang kerja (dipaksa) bawa cenderamata atau oleh2. Kelak bapak akan merindukan masa ini. Masa dimana ketika pulang disambut nyanyian/yel-yel “gagapan… ingatlah itu.. “. Mungkin saja ini adalah masa terindah hidup bapak.
Bapak menjadi bapakmu sudah genap enam tahun. bapak melihat kamu mulai dari dari berbentuk cairan, foto USG sampai sebesar sekarang. Sebentar lagi kamu akan sekolah TK. Sudah tak bisa lagi bangun siang dan malas-malasan. Ibumu selalu bilang bahwa kamu adalah fotocopy bapak, yg suka tidur alias kaum rebahan. Seringkali ibumu marah klo melihat kamu atau bapak rebahan saja tak melakukan apa-apa. Mendengar ibumu cerewet dan marah2 itu bapak semakin yakin bahwa dunia bapak sedang baik-baik saja. Rumah adalah tempat bapak atau kamu bisa jadi diri sendiri. Tentu dengan resiko kena gas ibumu.
Di usia kamu saat ini, kakakmu sudah bisa baca dan tulis tanpa les tambahan berkat bapak? sudah pasti bukan. Walau bapak pernah sekolah keguruan 4 semester ternyata yng lebih pintar mengajar adalah ibumu. Masalahnya kamu tak secepat kakakmu dalam belajar. Tak apa. Tenang saja bapak tak akan memaksa kamu belajar. Atau marah-marah kerika kamu malas belajar. Klo memberi semangat mungkin iya, karena bapak yakin kamu kurang dorongan saja. Bapak tahu kelak kamu pasti bisa. Yang bapak percayai daripada memaksa anak belajar lebih baik menyalakan rasa penasaran dalam dirimu. Pendidikan anak-anak bukan tentang mengisi ember tapi menyalakan api (Friedrich Froebel).
Toh kamu punya rasa ingin tahu yang lumayan menyulitkan bapak. Contoh pertanyaanmu, “kalo bumi bulat kenapa air laut tidak tumpah? kalo bumi bulat manusia yang diam disamping kenapa tidak merasa miring atau jatuh kebawah, cahaya itu apa sebenarnya?”. Tenang nak pertanyaan itu semua bisa bapak jawab pelan-pelan dengan bantuan google. Yang susah bapak jawab adalah klo ibumu nanya, “bapak masih sayang ibu nggak?” tidak antusias menjawab, salah nada, terlalu cepat, terlalu lama adalah kesalahan dimata ibumu. Untuk pertanyaan itu google pun nampaknya akan menyerah jika yang nanya ibumu..
Tulisan ini sudah tulisan ke-6. Bapak menganggap ini hadiah, bukan buat kamu, tapi buat bapak untuk bapak baca kelak. Bahwa semesta memberi kesempatan bapak memiliki kalian, anak-anak bapak, dan tentu saja ibumu. Wanita tercantik di jagad raya (klo tidak sedang marah). Tulisan ini juga wujud rasa syukur bapak bahwa kamu tumbuh sehat dan ceria. Bapak sudah mendekati empat puluh tahun. Menua bukan pilihan tapi kepastian. Meski masih terlihat tampan nan rupawan (kata ibumu) tapi sudah setengah lebih rambut bapak uban, sudah mulai rabun dan pikun. Sudah lupa banyak hal, yang tidak bisa bapak lupa mungkin hanya ibumu saja. (ehm)
Tugas kamu kelak bacakan tulisan ini jika mata bapakmu sudah tak mampu lagi membaca kata demi kata tulisan ini. keraskan saja nada suara kalau telinga bapak sudah mulai tak mampu mendengar. Kelak mungkin suaramu akan jadi nyanyian terindah dan semerdu nyanyian kalian saat ini “gagapan.. ingatlah itu..”
Menyambung lirik di awal paragraph pertama tulisan ini, lagu yang mungkin jg liriknya bapak kutip lagi untuk kakakmu. Karena lagu ini benar-benar menyentuh hati dan perasaan bapak,
Segala hal kuupayakan untuk melindungi
Tunggu aku kembali lagi esok pagi
Tumbuh lebih baik, cari panggilanmu
Jadi lebih baik dibanding diriku
'Tuk sementara ini aku mengembara jauh
Saat dewasa kau kan mengerti
Selamat Ulang Tahun putri tidurku. Putri yang selama 6 tahun ini selalu minta di usap kakinya menjelang tidur. Dewa Ayu Made Kaneishia Putri Dharmika. Semoga semesta selalu menyayangimu.
Kanesh 5 tahunWednesday, May 22, 2024
TULISAN UNTUK KINAN (8)
Friday, February 23, 2024
KUTULIS UNTUK KANEISH (5)
Sudah setengah dasawarsa seperti terasa tak terasa. Tak terasa hari ini kamu bukan ballita, tak terasa kamu sudah pintar bicara dan bertutur kata. Tak terasa juga kami juga sudah 5 warsa kami jadi orang tua. 5 warsa penuh suka cita, penuh canda tawa. kamu adalah anugrah tak terkira dari semesta. kami bahagia kamu terlahir kedunia, diantara jutaan manusia di dunia, semesta menitipkan kamu untuk kami dan jadi kita. Terima kasih semesta.
Bapak tahu di usia 5 tahun banyak orang tua sudah menyekolahkan anaknya. sama halnya dengan kakakmu, kamu sekolah TK-nya umur 6 tahun saja ya, biar mentalmu lebih kuat saja, karena susah juga buat bapak dan ibumu klo kamu sekolah tapi kami jg ikut sekolah, bapak memang tak lulus TK, tapi bukan berarti bapak ingin sekolah TK sekelas sama anak bapak sendiri. Toh Dirumah ini kamu punya guru, iya ibumu, walau sering diselingi marah2 ibumu sudah berhasil membuat kakakmu bisa baca tulis tanpa les tambahan. Untuk usia kamu saat ini bapak tak pernah memaksa kamu belajar. menurut seorang Pendidik asal Jerman, Friedrich Froebel:
"Pendidikan anak-anak bukanlah tentang mengisi ember, tetapi tentang menyalakan api."
Puasin main saja dulu. biar nanti pas saatnya kamu belajar, kamu gak main-main. Hidup tak sebercanda itu.
Bapak cukup senang kamu tumbuh jadi anak cerewet yang suka bertanya. Ibumu beberapa kali putus asa menjawab pertanyàanmu. Dari ilmu pasti sampai hal2 tak masuk akal. Kamu bertanya anes keluar darimana, ibumu susah payah menjelaskan agar kamu mudah mengert. Seandainya kalau bapak yang ditanya aneh keluar darimana, bapak akan jawab kamu keluar dari dalam.
Di lain kesempatan kamu bertanya kenapa ibu menikah dengan bapak? ibumu menjawab karena cinta, jawaban bapak karena dipaksa ibu (hehe..) tentu saja bukan. Bapak tak tau kenapa bapak memilih ibumu, atau kenapa ibumu mau dengan brondong yang walau sedikit ganteng tapi tak punya apa-apa ini.
Bapak tak bisa menjawab itu, tapi untuk ibumu tahu cinta tak bisa dijelaskan, cinta tak ada alasan. cinta tak bisa dilogikakan.
Bapak dan ibu sering menganggap kamu lebih dewasa dari usiamu. tak pernah dipaksa tapi bertanggung jawab, mengalah walau tak selalu salah, mudah meminta maaf dan memiliki empati. bapak dan ibu memang mengajarkan tapi semampu kami, karena bapak dan ibu jg masih belajar. Belajar meminta maaf jika kami salah atau emosi. Masih belajar menjadi orang tua. Maafkan kami ya nak.
Selamat Ulang Tahun Dewa Ayu Made Kaneishia Putri Dharmika, anak perempuan bapak. Putri kedua kami yang tak ada duanya.
Semoga Semesta selalu menyayangimu
Monday, May 22, 2023
TULISAN UNTUK KINAN (7)
Apa kabar kinan? Sudah 7 tahun saja, anak bapak sebentar lagi jadi anak SD. Anak TK bapak udah bisa banyak hal. Kinan tahun ini banyak belajar hal-hal baru. Terima kasih untuk Tuhan dan para leluhur yang telah membantu bapak dan ibumu menjaga kamu sampai sekarang ini.
Thursday, February 23, 2023
KUTULIS UNTUK KANEISH (4)
Sunday, May 22, 2022
TULISAN UNTUK KINAN (6)
Wednesday, February 23, 2022
KUTULIS UNTUK KANEISH (3)
Saturday, May 22, 2021
TULISAN UNTUK KINAN (5)
Tuesday, February 23, 2021
KUTULIS UNTUK KANEISH (2)
Kamu tumbuh sehat. Cepat bisa merangkak, gampang belajar berdiri, tapi susah jalan, karena kamu lebih suka lari. Kamu tidak mengalami masalah berat badan, makan lahap, sayur, daging, ikan, es krim semua masuk tanpa terkecuali. Sudah 2 tahun memang harus berhenti minum asi. Minum susu ibumu atau susu formula kamu tidak pernah muntah(gumoh). Beda dengan bapak. Kalo bapak minum susu sapi biasa/full cream tidak suka, rasanya tidak enak dan bikin muntah atau mencret. Orang tua kayak bapak biasanya sudah intoleransi laktosa, tubuh bapak mungkin sudah berhenti memproduksi enzim laktase yang berfungsi mencerna gula susu (laktosa). Normalnya begitu, manusia itu kan pada dasarnya hewan juga. Enggak ada hewan dewasa yang masih menyusu dengan induknya. Satu-satunya susu yang bapak suka cuma susu ibumu. Karena selama bapak minum tidak pernah muntah. Eh.
Sebagai penerus klan Dharmika kedua, secara fisik kata ibu dan beberapa orang kamu mirip bapak mata yang sipit, struktur tengkorak dan gigi dan banyak lagi. DNA kita sama nak. Pola tidur dan kebiasaan adalah hal yang paling mirip (haha). Kamu tidur siang tak pernah cukup sejam, 2 jam itu normal, ditambah males bangun tidur. Tidur malam rata2 diatas jam sepuluh malam. Ibarat hp kamu itu klo sudah dicharge dengan tidur siang nunggu lowbat malam hari itu susah. Luapan energi untuk berlari dan bermain seperti tak pernah habis. Kalo bapak ibu kerja kan tidak mungkin tidur siang. Mata kami itu jam 9-10 sudah tidak bisa diajak kompromi, sedangkan kamu masih aktif berinteraksi, masih aktif main. Kalo kamu main terus, kapan giliran kami main. Eh, main hp maksudnya.
Tumbuh di era pandemi, membuat kami tak bisa leluasa mengajak kamu keluar jalan-jalan. Banyak tempat wisata ditutup, saat tulisan ini dibuat tempat bermain di lapangan kota kelahiranmu disegel untuk menghindari kerumunan. Kelak kalau status pandemi dicabut dan dunia sudah kembali normal. Bapak janji lebih sering mengajakmu jalan-jalan. Sebenarnya buat bapak dan ibu mengajak anak-anak jalan-jalan itu hanya memindahkan tempat ngemong/ngempu. sama-sama melelahkan tapi menyenangkan. Karena selain asupan makanan kamu butuh asupan kebahagiaan, bapak akan berusaha membuat orang yang bapak sayangi bahagia, karena bahagia bapak itu melihat sekeliling bapak itu tersenyum. Sama seperti dulu pas jaman pacaran sama ibumu, melihat ibumu senyum itu bapak bahagianya pake banget. Jantung bapak berdebar kencang, waktu terasa berhenti berputar. Tapi itu dulu, sekarang masih sama. Masih berdebar-debar apalagi pas ibumu marah2.
Orang bijak bilang mempunyai 1 anak membuatmu menjadi orang tua, mempunyai 2 anak membuatmu menjadi wasit. Tiada hari tanpa suara pertengkaran dan perebutan kekuasaan atas mainan, makanan dan ibumu. Ibumu selalu jadi rebutan kamu dan kakakmu. Wajar sih dulu saja ibumu jadi rebutan para jejaka seperti bapak, karena cantik dan ada nilai plus “pengalaman”, yang berpengalaman memang selalu jadi rebutan hehe, bapak yang akhirnya jadian, kata ibumu dia tidak memilih, hatinya yang memilih bapak (ehm), ada ikatan kimiawi (chemistry) diantara kami terjalin selama bersahabat baik. Lalu kenapa bapak memilih ibumu? Karena ibumu adalah peri yang berwujud manusia. (asik)
Kaneishia,
Sudah 730 hari kamu mewarnai hari2 kami
Banyak cerita sudah tersaji
Ada airmata terurai, ada tawa terberai
Tawa dan tangismu adalah melodi dan simponi rumah ini.
Melodi yang coba bapak nikmati
simponi yang ingin bapak resapi
Karena bapak yakin
Nyanyian ini kelak akan bapak rindukan
sebelum bapak benar-benar tuli.
untuk paragraf terakhir bapak akan mengutip lirik lagu indah yang mewakili perasaan bapak ke kamu
"Dan bersinar terang anggun bersama angkasa
Kau takkan pernah berjalan sendiri"
- Sastra Cinta dan Senjata, Vlaminora/JRX-
Selamat Ulang Tahun Putri Gembulku, si pantat tebel, putri kedua kami satu-satunya, putri yang tak bisa kami marahi. Putri kami yang lucu dan menggemaskan,
Dewa Ayu Made Kaneishia Putri Dharmika.
Semoga Tuhan dan semesta selalu menyayangimu.
KINAN DAN KANEISH JALAN-JALAN KE PENGLIPURAN
KINAN DAN KANEISH JALAN-JALAN KE TAMAN KOTA GIANYAR
KINAN DAN KANEISH JALAN-JALAN KE TAMAN BERMAIN DAN NAIK ODONG-ODONG
Tuesday, May 22, 2018
TULISAN UNTUK KINAN (2)

- Kiri
- Pusat
- Kanan

- Kiri
- Pusat
- Kanan

- Kiri
- Pusat
- Kanan

- Kiri
- Pusat
- Kanan

- Kiri
- Pusat
- Kanan

- Kiri
- Pusat
- Kanan

- Kiri
- Pusat
- Kanan

- Kiri
- Pusat
- Kanan

- Kiri
- Pusat
- Kanan

- Kiri
- Pusat
- Kanan

- Kiri
- Pusat
- Kanan

- Kiri
- Pusat
- Kanan

- Kiri
- Pusat
- Kanan

- Kiri
- Pusat
- Kanan

- Kiri
- Pusat
- Kanan

- Kiri
- Pusat
- Kanan

- Kiri
- Pusat
- Kanan

- Kiri
- Pusat
- Kanan

- Kiri
- Pusat
- Kanan






