Atas asung wara kertha nugraha Ida Sang Hyang Widi Wasa, tulisan kedua ini bapakmu buat. Dan atas kehendak-Nya pula kamu tumbuh dan berkembang selayaknya anak seusiamu. Tulisan ini dibuat untuk mensyukuri anugrah terindah Beliau untuk kami. Kamu.
Cukup segitu saja pengantarnya, itu udah keren banget. sekeren bapakmu. Paling tidak dimata ibumu bapak lah yang paling keren.. Atau mgkin ibumu tak punya pilihan lain lagi selain menerima bapakmu. Pilihan yang baik, walau mungkin tak sempurna dan tak masuk logika, karena cinta tak ada yang sempurna dan karena cinta ini kadang-kadang tak ada logika. Ehm…
Tak terasa sudah 2 tahun kamu lahir kedunia, bagi bapak ini adalah dua tahun yang cepat. Bapak merasa dua tahun ini seperti 730 hari. Dalam 2 tahun pertama adalah masa2 penting tumbuh kembangmu (kata iklan susu). Usia emas perkembangan otak, saraf motorik, kemampuan verbal dan lingual berkembang di 2 tahun ini. Kamu agak lambat dalam pertumbuhan tapi baik dalam perkembangan. Ya indikatornya BB yag stagnan, lambat belajar duduk, merangkak, berdiri dan berjalan. Teman seusiamu atau lebih kecil selalu duluan bisa hal2 terkait kemampuan motorik balita. Kamu selalu terlambat. Tak usah sedih. Tak apa terlambat itu artinya kamu belakangan.
Lagi pula kamu cukup baik dalam hal mengingat, kemampuan bicara jg baik, orang inggris bilang menceng. Ya bapak maklum ini perpaduan genetika bapak dan ibumu. Kemampuan fisikmu turunan Bapakmu kurus kerempeng, power seadanya, stamina pas2an, mungkin kalah dari perempuan (sst.. Perempuan itu ibumu). Kalo cerewetnya sudah pasti dan tak terbantahkan itu dari.. anu... ibumu. Semoga ibumu tidak sempat baca ini. Soalnya ibumu itu lucu. Kalo ibumu boleh bicara dengan nada tinggi sama kamu. Giliran bapak bicara dengan nada tinggi sama kamu yg marah itu ibumu. Sepertinya ini dialami seluruh bapak di seluruh dunia. Mungkin karena bapak2 tugasnya 9menitan enak plus dapat anak. Ibu enaknya 9menitan susahnya 9bulanan. Plus taruhan nyawa melahirkan. Kelak hormati dan sayangi ibu. Doa ibu sangat ajaib (pengalaman bapak). Jangan pernah melawan kata2 ibumu, yakinlah itu yg terbaik buat kamu. Bapak saja takut sama ibumu. Bukan apa2, bapak takut karena bapak ngga berani aja. Gitu aja ga lebih.
Setahun kebelakang banyak sekali hal yg terjadi. Bukan banyak lagi tapi buanyak buanget kisah dan cerita tentang kamu. Tentang berat badanmu yg tak beranjak naik dari 9kg. Tentang kamu yg bisa berjalan di usia 14bulan cenderung terlambat untuk bayi yg berat badannya hanya segitu -gitu aja. Bapak sama ibumu agak malu jg setiap timbang berat tiap bulan selalu dapat biskuit untuk bayi dengan berat badan kurang. Kesannya kami tidak pernah memberi asupan makan yg baik. Padahal ibumu bangun pagi masak sayur bergizi dan berprotein tinggi. Alhasil yg naik berat badan bapak, kamu ya segitu2 saja. Tak apa itu artinya kamu konsisten. Konsisten terlambat.
Tambahan Susu formula juga sudah tapi kamu tidak pernah minum banyak, Cuma sepertiga botol susu maksimal. Kalo dibandingkan dengan bayi seusia kamu yang lain bisa minum satu botol 240ml sekali minum. Mungkin karena kamu lebih suka minum Asi, sama kaya bapakmu (eh) dulu waktu masih kecil… sekarang jg masih suka karena kemasannya itu menarik tak tahu mengapa. Ngomong-ngomong soal asi, kamu sudah berhenti minum Asi. Baru 2 mingguanlah, syukurnya tak terlalu susah. Anjuran bidan dan artikel kesehatan ibu dan anak jg menganjurkan 2tahun. Sudah 2tahun menyusu Asi cukuplah.. sekarang giliran bapak menyusu. Eh maksudnya membuatkan kamu susu pengganti asi begitu.
Setahun ini kamu sudah mulai pintar memilih. Entah makanan, mainan dan banyak hal kamu sudah memilih sendiri, kata ibumu biar kelak kamu isa memilih dan menentukan pilihan hidupmu sendiri. Because life is a choice and we live with our choice. (thanks to google translate). Contoh kecilnya kamu memilih mandi dengan bapakmu. Secara statistik apak unggul dalam jumlah memandikan kamu, jarang loh ada bapak yg mau memandikan anaknya dan menjadikan itu rutinitas (ehm.. apakmu emang susah cari tandingannya). Untuk makanan Kamu memilih makanan favorit jenis kacang2an (tanah no 1) dan memilih jeruk sebagai buah favorit. Kalo susu ngabisin setengah gelas kayaknya susah banget. Klo es jeruk setengah gelas ga sampai semenit. Ibumu bilang kamu itu asli anak bapak karena mempunyai selera makanan dan minuman yg sama. Ibumu tidak tahu bahwa kita sama. Sama2 memilih dia sebagai ibu dan istri terbaik. Life is choice and we (kinan and me) choose u. ciee... Ada yang senyum2 nih abis baca ini.
Minato Namikaze (hokage ke-4/ayah Naruto) pernah berkata :”menderita demi anaknya adalah tugas seorang ayah”. Bapak jg akan melakukannya. Tak ada orang tua membiarkan anaknya kelaparan. Kemarin pas nasi di bakul tinggal sedikit bapak tak makan, karna tahu kamu blm makan malam dan jelas nasi itu buat kamu biar naik berat badan dikitlah. Biarlah bapak hanya makan lontong dan sate ayam beli di luar itu sudah cukup. Hehe.. bapak bercanda. Bapak janji, kamu, ibumu, kakekmu jadi prioritas hidup bapak. Bapak terlahir dari keluarga biasa saja, dibilang kaya enggak, dibilang miskin iya. Tapi ya hidup, makan, sekolah (sampai SMA) tetap bisa walau tak wah. Bapak bahagia akan hal itu . Bapak belajar satu hal bahwa kebahagiaan tidak melulu soal uang, kebahagian itu diciptakan bukan dicari apalagi dibeli. Banyak orang kaya mampu beli ini itu tapi hidupnya tidak bahagia. Melihat kamu sehat, tersenyum dan tertawa bapak sudah bahagia. Kebahagiaan bapak adalah melihat orang di sekitar bapak bahagia. Aseek.. endingnya filosofis banget.
Akhir kata bapak ingin mengutip lirik lagu band favorit bapakmu :
Don’t be scare, cause i’ll be there to hold you tight
You’re the king, you’re the queen, you’re the saint of my life.
-Saint of my life-SID-
Selamat Ulang Tahun Kinandari. Senakal-nakalnya dan cerewetnya kamu, Kamu tetaplah putri kami yang cantik jelita sepanjang masa.
- Kiri
- Pusat
- Kanan
Hapus
- Kiri
- Pusat
- Kanan
Hapus
- Kiri
- Pusat
- Kanan
Hapus
- Kiri
- Pusat
- Kanan
Hapus
- Kiri
- Pusat
- Kanan
Hapus
- Kiri
- Pusat
- Kanan
Hapus
- Kiri
- Pusat
- Kanan
Hapus
- Kiri
- Pusat
- Kanan
Hapus
- Kiri
- Pusat
- Kanan
Hapus
- Kiri
- Pusat
- Kanan
Hapus
- Kiri
- Pusat
- Kanan
Hapus
- Kiri
- Pusat
- Kanan
Hapus
- Kiri
- Pusat
- Kanan
Hapus
- Kiri
- Pusat
- Kanan
Hapus
- Kiri
- Pusat
- Kanan
Hapus
- Kiri
- Pusat
- Kanan
Hapus
- Kiri
- Pusat
- Kanan
Hapus
- Kiri
- Pusat
- Kanan
Hapus
- Kiri
- Pusat
- Kanan
Hapus
Hapus

























