Friday, May 22, 2026

TULISAN UNTUK KINAN (10)


masih terngiang di kepala

tangis kecilmu di telinga

atau saat pertama kamu bicara

melapal nama nama

dan bernyanyi riang gembira 


satu dekade  lahir ke dunia

kamu ada dan jadi kita

tak apa belum punya apa-apa 

melihat kamu dan adikmu tertawa

 rasanya dunia baik-baik saja


Kinan sudah satu dasawarsa, sudah banyak hal yang dilalui. Sudah kelas 3 sebentar lagi kelas 4. banyak hal baru telah dipelajari.  Bapak adalah penggemar sekaligus suporter abadi. Fans garis keras. apapun giat selama itu baik untuk tumbuh kembangmu, berguna untuk mu kelak lakukan saja tak apa asal tekun dan disiplin. Disiplin dalam segala hal yang kamu lakukan. ingat kata bapak disiplin tidak mengekang tapi membebaskan (Pandji Pragiwaksono). Disiplin di hari ini membebaskanmu di hari nanti. 

bapak sebelumnya pernah bilang, memiliki satu anak artinya kamu menjadi orangtua, memiliki dua kamu menjadi wasit. Hampir setiap hari menjadi penengah kamu dan adikmu. tak apa setiap hari mendengar tangisan  atau rengekan  kamu dan adikmu, kelak juga bapak mungkin tuli tak mendengar lagi. Saat ini kalian boleh bertengkar tapi nanti jadilah kakak tempat adikmu pulang, kalian nanti hanya punya satu sama lain. Ketika kalian dewasa tak ada yang lebih indah dari dua saudari yang berkeluh kesah tentang kerasnya hidup ini.

kelak mungkin bapak merindukan masa ini, masa-masa telinga  bapak penuh tangis dan tawa kalian. masa dimana kalian bertanya tentang antariksa, gerhana atau apa saja. Satu hal yang tak ingin bapak dengar hanya tangisan ibumu, kamu adikmu atau siapapun tak boleh membuat ibumu menangis. Bapak lebih baik mendengar ibumu marah seharian. Mendengar ibumu marah berarti bapak ada dirumah. Ibumu adalah rumah. Rumah tempat bapak pulang.


Dari sekian banyak profesi. menjadi Ayah adalah impian bapak. Tak semua pria bisa menjadi ayah dan bapak diberi kesempatan.  Menjadi orang tua artinya semesta percaya kalau bapak dan ibu bisa merawat kamu. cita-cita bapak sederhana. menjadikan anak-anak bapak mandiri dan bisa hidup di kaki sendiri. Maafkan bapak dan ibu dalam proses ini kamu sering mendengar kata-kata yang keras. Asal tahu saja ibumu melarang bapak berkata keras ke kamu.  karena tak ada ibu yang rela ada yang memarahi anak yg dilahirkan bertaruh nyawa. 

Tulisan ke sepuluh, alinea demi alinea bapak rangkai. Bapak  menulis ini karena bapak tahu bapak tak selamanya ada. Tapi Tulisan ini akan selalu ada. Kelak Kamu bisa baca  ini kalo kamu rindu bapakmu. Agar kamu tahu bahwa tak ada laki-laki didunia ini yang lebih menyayangi kamu lebih dari bapakmu.

Selamat ulang tahun Kinan, Anak bapak yang cantik jelita sepanjang masa. Dewa Ayu Kinandari Putri Dharmika. semoga semesta selalu menyayangimu.