Monday, November 2, 2015

GUNUNG ABANG, 1 NOVEMBER 2015

Sebelum basi baiknya ditulis saja perjalanan ini. Minggu 1 Oktober 2015 jam 02.00 dini hari, Kami 5 pemuda (ok saya paling tua) dan seorang orang tua (maaf NP Suarsana disebut tua). Pemuda pemula yg besar mulut ingin menaklukan gunung. Yg mengira naik gunung itu mudah dan tanpa rintangan. Kami sebagian besar tak pernah naik gunung. . Tanpa pengalaman, tanpa persiapan matang tetap saja kami datang. Berangkat jam 11 malam dengan hanya naik sepeda motor dari rumah kekintamani sesuatu banget, (untung saya nebeng sama pak jro) Kaum muda emang seperti itu hajar dulu resiko belakangan, adrenalin yg meluap membuat jiwa muda bersemangat. Saya sendiri pernah mendaki Gunung Batur pas SMP kira-kira 5 tahun lalu, eh salah 15 tahun lalu, klo akhir2 ini sih lebih sering mendaki gunung kembar (ups).
Lima pemuda dengan keangkuhannya coba menaklukan puncak tertinggi di Bangli, Gunung Abang (2.151 mdpl). Khusus buat saya mungkin ini puncak tertinggi saya sebelum saya benar2 tua. Tampak kami sok perduli lingkungan, sok pecinta alam, sok keren, sok kuat, sok bertualang alias adventure. Yeah mungkin saja kami seperti itu. Dari perspektif anda mungkin saja kami cuma buang-buang waktu, buang energi, buang uang, dsb. Jika benar cara pikir anda spt itu, anda dangkal. Kami kesana bukan sok2an loh, ada misi yg harus kami emban (ceileh misi). Dan kami menyelesaikan tugas kami sampai kepuncak Gunung Abang dan mengantongi sampah plastik untuk dibawa turun. Lelah, letih, lutut terasa lepas, napas tinggal setengah, medan yg sulit dan seram (untuk saya yang takut ketinggian) ditambah pasir dan debu yang mempersulit medan adalah tantangan yg berhasil dilalui. Walau sebenarnya rute yang kami lalui adalah melalui Desa Suter, rute yang lebih pendek dan lebih datar (katanya).. Bagi pemula seperti saya sih ini sudah luar biasa susah. Syukurlah saya pribadi sukses ke puncak, ,meskipun dari rombongan desa yang berangkat kesana saya paling buncit kalah dengan orang tua ( NP Suarsana) yg berumur 50 tahun lebih. Alon-alon asal kelakon, toh sampai puncak. Kalo naik gunung dan tak sampai puncak itu ibarat (maaf) masturbasi/onani/intercourse tanpa orgasme dan ejakulasi. Tak ada nikmatnya sama sekali. Yang tua pasti ngerti. Yang belum ngerti anggap tak pernah baca istilah itu sama sekali. Baiknya diselesaikan dulu PR matematikanya gih, abis itu bobok ya..
Adalah sebuah kehormatan bila kami diundang (mungkin karena salah satu tetua desa kami adalah penggagasnya) dan tak semua orang/kelompok/organisasi diundang resmi, walau semua dipersilakan untuk berpartisipasi. Apalagi event yg diselenggarakan sangatlah bagus dan bermanfaat menurut saya. Mendaki Gunung Abang sambil bersih2 sampah plastik. tak semua penyelenggara acara baik itu komponen masyarakat/birokrat/korporat punya kepedulian terhadap lingkungan. Dan tak semua pemuda punya kepedulian yang sama, mungkin saja anda salah satunya. Aneh saya melihat ketika sampai dipuncak disambut sampah-sampah plastik. Disana tak ada petugas kebersihan khusus, kitalah penikmat alam, jadi kita jg yg harus menjaganya. Saya jg ingin tahu motivasi dan tujuan mereka mendaki gunung itu apa. Menikmati keindahan dan keagungan alam ciptaan Beliau, atau jangan-jangan cuma ingin buang sampah sekalian foto2 trus pamer di sosial media, jikalau iya seperti itu anda tak sedang menjadi petulang dan pecinta alam, anda sebenarnya adalah perusak alam. Tak ada yg melarang kita bawa bekal makanan dan sebagainya saat bertualang, mendaki dll, hanya saja tak elok ketika buang sampahnya sembarangan. Fotonya sudah anda unggah, kenangannya sudah anda simpan, puncak sudah anda taklukan, akan lebih elegan lagi sampah plastiknya anda bawa turun dan buang ketempat yg disediakan. Anda (ah saya pakai kita saja) kita SD belajar 6 th, SMP 3th, SMA 3th, kuliah 4th (anda mungkin, saya hanya lulus SMK), 17 tahun belajar dan dididik tp buang sampah saja masih sembarangan. Sekolah tak hanya mengejar nilai 8 atau 9, B atau A. Ada nilai2 moral yg harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika anda melihat saya buang sampah (plastik) tidak pada tempatnya alias sembarangan di jalan umum, fasilitas umum, tempat wisata dll. tegur saya, saya tak segan meminta maaf dan berterima kasih pada anda karena telah mengingatkan saya. Saya janji tak akan marah atau tersinggung. Jika seandainya besok paginya setelah menegur saya anda sakit perut (nyakitang basang) percayalah itu bukan ulah saya dan itu normal bila tiap pagi seperti itu.
Semua hal besar berawal dari hal kecil, buang sampah pada tempatnya, tak memakan/membunuh bintang yg dilindungi/sedikit/hampir punah. Mencabut paku dipepohonan pinggir jalan. Diatas Adalah hal-hal kecil yg berdampak besar bagi alam. Hargai dan sayangi alam maka alam akan memberikan manfaatnya, ingat yg besar awalnya kecil, suami/selingkuhan (bagi yg punya) seperti itu juga kan. Kecil dulu sayangi jadinya besar.. Cintanya. Ah maksud saya bukan cinta tapi itunya eh anunya.
Maaf atas cuapan yg tampak provokatif dan membuat anda tersinggung, kadang butuh bahasa yg sedikit menyentil untuk membuat kita tersentil, dan maaf juga atas pemilihan kata2 yang sedikit jorok dan rasanya tak pantas ditulis dan dibaca. Mungkin karena saya emang dasarnya provokatif, tukang sentil dan jorok seperti apa yg saya tulis diatas. Hehe.. Bagi yg suka dengan saya, eh suka membaca maksud saya, dan tidak mudah tersinggung anda bisa membaca tulisan/opini saya tentang berbagai hal, dari yang tak penting sampai yang tak jelas bisa dibaca disini https://m.facebook.com/notes/?id=100000081409679https://m.facebook.com/notes/?id=10... Dan saya terbitkan di blog pribadi saya di sini http://dodo-entertainment.blogspot.co.id/
Ada foto yg akan saya jadikan sejarah saat saya tua nanti dibawah. Setiap orang boleh berapresiasi dan berekspresi sesuka hati asal sopan dan bertanggung jawab. Suka dan komentar adalah bentuk apresiasi. Komentar, kritik saran silakan. Tak suka dan tak komentar itu hak anda. Saya tak perlu disukai dan diapresiasi atas apa yg saya tulis ini, foto yang saya unggah dan apa yang saya lakukan kemarin. Ini akun sosial saya dan saya sedang menulis sejarah saya sendiri. Jika anda tak suka dan tersinggung karena isi tulisan ini, silakan cari saya, tentukan tempat, jam dan tanggalnya agar saya bisa lari dan tak bertemu anda. Terima kasih.

Wednesday, September 2, 2015

KARAKTER SESEORANG BERDASARKAN GOLONGAN DARAH

Dimulai pada sekitar tahun 1930, Jepang memeluk ide yang sesuai dengan karakter kepribadian golongan darah seseorang. Fenomena ini adalah sebagai populer di Jepang sebagai gagasan yang sesuai dengan kepribadian adalah horoskop di Amerika.
Hampir semua Jepang menyadari golongan darah mereka. Ide ini berawal ketika beberapa di barat menggembar-gemborkan adalah gagasan bahwa masyarakat asian lebih erat terkait dengan hewan kemudian manusia, atau lebih rendah di rantai evolusi, karena darah tipe B adalah golongan darah yang dominan di Asia dan hewan. Sebagai menggelikan dan tidak ilmiah sebagai ide ini, itu menghina untuk sedikitnya. ilmu modern menyangkal ide ini jelas terganggu. Pada tahun 1930-an Takeji Furukawa (1891-1940) ditetapkan untuk menyangkal gagasan ini dan gagasan baru lahir.
Namun, gagasan kepribadian yang dipengaruhi oleh jenis darah tetap. Perusahaan di Jepang bahkan telah dibagi pekerja menurut jenis darah.
Berikut adalah ide-ide umum dari setiap jenis darah. Faktor Rh tidak memainkan peran dalam jenis darah / ide kepribadian:
Jenis O:
Jenis O adalah keluar, dan sangat sosial. Mereka adalah inisiator, walaupun mereka tidak selalu menyelesaikan apa yang mereka mulai. Kreatif dan populer, mereka senang menjadi pusat perhatian dan tampil sangat percaya diri.
Tipe A:
Sementara tampak tenang, mereka memiliki standar tinggi seperti (perfeksionis) bahwa mereka cenderung bola saraf di dalam. Tipe A adalah yang paling artistik dari golongan darah. Mereka bisa pemalu, apik,, dapat dipercaya, dan sensitif.
Tipe B:
Tujuan berpikiran berorientasi dan kuat, tipe B akan memulai sebuah tugas dan terus sampai selesai, dan diselesaikan dengan baik. Tipe B adalah individualis kategori golongan darah dan menemukan cara mereka sendiri dalam hidup.
Jenis AB:
Jenis AB adalah kepribadian membagi kelompok darah. Mereka bisa menjadi keduanya keluar dan pemalu, percaya diri dan pemalu. Sedangkan bertanggung jawab, tanggung jawab terlalu banyak akan menimbulkan masalah. Mereka dapat dipercaya dan suka membantu orang lain.

Kompatibilitas dengan Grup Darah:
A is most compatible with A and AB
B is most compatible with B and AB
AB is most compatible with AB, B, A and O
O is most compatible with O, and AB

Disini, terdapat gambaran kepribadian menurut golongan darah yang tertuang melalui komik. Apakah teori kepribadian-menurut-golongan-darah ini mengandung setitik kebenaran, atau ia hanya memanfaatkan karakteristik-karakteristik samar seperti layaknya astrologi? Apakah golongan darah dan kepribadian anda digambarkan secara akurat oleh komik ini?







Monday, August 31, 2015

UNTUK BALI (PART IV)

Ilustrasi untuk 30 th lagi....
Ilustrasi 1 :
Cucu : "pekak adi kene jani gumi baline?. Banjir meilehan, carik kering, turis bo bedik mai.. ape mekade ne kak?"
Pekak : " mgkn karena alam marah de, irage trus menyakiti tanpa henti, proyek reklamasi pidan dugas pekak teruna salah satunya mekade.."
Cucu : "Men pekak dije waktu reklamasi dugas to?"
Pekak : "kene ning pekak menolak, pekak bergerak, pekak milu parade budaya menolak reklamasi di renon, pang sing je jadi, tp tetap gen terjadi, ne karna timpal2 pekak sing perduli, sibuk ajak urusan pribadi, sibuk melali sambil selfi"
Ilustrasi 2:
Cucu : "pekak adi kene jani gumi baline?. Banjir meilehan, carik kering, turis bo bedik mai.. ape mekade ne kak?"
Pekak : " mgkn karena alam marah de, irage trus menyakiti tanpa henti, proyek reklamasi pidan dugas pekak teruna salah satunya mekade.."
Cucu : "Men pekak dije waktu reklamasi dugas to?"
Pekak : "...emm anu pekak sibuk melali sambil selfi"

Kedua cerita diatas sama, yang berbeda hanya jawaban akhirnya saja, 30 atau 50 tahun lagi Saya adalah kakek yg ada di ilustrasi pertama. Kenapa saya menolak? Terlalu banyak alasan menurut saya, ketika saya membaca dan menelaah informasi  dampak baik dan buruk reklamasi, saya lebih banyak melihat dampak buruknya, anda bisa berkunjung ke situswww.forbali.org (jangan hanya buka bokep saja) atau kultwit @kurawa (rudi valinka)  yang akan membelalakan mata anda disini http://chirpstory.com/li/163134 disinihttp://chirpstory.com/li/222033 disini http://chirpstory.com/li/161014 disini adahttp://chirpstory.com/li/162237   jika ingin tahu lebih banyak dan detail tentang dampak buruk reklamasi dan alasan kenapa ronaldo kebali. Saya lebih percaya apa yang saya baca dan telaah dengan akal sehat saya daripada argumen atau komentar tokoh politik, percaya kata mereka itu sama dengan percaya matahari terbit di utara. Mana kentut mana suara mereka tak bisa saya bedakan. Makanya pas nonton acara debat di tv itu yang saya dengar itu "....brat bret brot anda itu, .......ah jangan tuduh saya brat bret brot sembarangan,..... nanti saya tuntut kamu baru kamu brat bret brot..." Kurang lebih begitu.


Pesona bali tak bisa dipungkiri, bahkan kami yang menganggap sawah, tukad (sungai) dan mata air (pancuran/air terjun)  adalah hal yang biasa, kini sudah jadi daya tarik wisata berkat media sosial semacam fb dan instagram. Keren karena bisa membawa berkah untuk masyarakat lokal sehingga bisa dipelihara dengan baik. Miris karena semakin terkenal ada efek buruk spt sampah plastik, botol minuman, snack, bahkan bekas shampo kian banyak. Itu tempat wisata, bahkan sebagian tempat wisata (air terjun) adalah kawasan suci bagi kami, tapi banyak anak muda gaul bawa slr, kacamata necis  yg tega memperlakukan tempat wisata (suci) layaknya tempat sampah. Habis minum, ngemil, ngerokok, klo tidak ada tempat sampah silahkan bawa pulang sampah anda. Silakan ambil foto tp jangan tinggalkan jejak sampah anda. Sejatinya yang sampah itu anda yg berperilaku begitu, ya sampah masyarakat. Klo anda punya pacar kayak gitu udah  putusin saja, sampah aja dibuangnnya sembarangan apalagi kamu...

Kembali ke reklamasi. Ketika dampak baik yg digembor2kan para pendukung reklamasi adalah menyerap banyak tenaga kerja, semeton jangan begitu mudah percaya. Bagaimana klo saya kutipkan isi berita ini http://suluhbali.co/emb-menduga-ada-diskriminasi-perekrutan-pekerja-hindu-di-bali/  Anda marah? Iya saya juga tapi bedik (sedikit), bukan karena ada unsur sara dsb, alasan saya jengkel hanya karena saya bertanya-tanya. Bagaimana cara kami menjaga budaya dan keajegan bali yg dipuji dan teramat menarik untuk didatangi klo mencari sesuap nasi saja kami dibatasi. Sedangkan untuk jadi petani lebih berat lagi, air, sampah plastik, keterbatasan pupuk, pajak.   sawah sudah kami jual, buat kami kebanyakan sawah sudah alih guna menjadi villa, bungalow, hotel, resto, galery dsb. Ini opini saya pribadi, investor yg bukan orang bali cenderung untuk membatasi karyawan lokal, alasan klise "orang bali banyak libur". Padahal kami tak mungkin rasanya libur dengan mengorbankan sebagian uang makan/gaji kami untuk sesuatu yg tak kalah penting. Ngayah, menyame braya, mesuka duka tak mungkin kami tinggalkan, karena tulang punggung budaya bali yg membuat bali begitu dicintai dunia salah satunya adalah hal-hal yg saya sebutkan tadi.


Saya mungkin menurut anda  banyak bicara, sok tau, sok perduli, sok ganteng. Saya memang seperti itu, tapi tak ada "sok"nya. Saya bicara dan teriak-teriak di jalanan renon menolak reklamasi. Anda? Diam saja atau mungkin bicara kalo saya hanya buang waktu saja. Saya tau dampak baik & buruk reklamasi dari membaca. Anda membaca linimasa (timeline) galau akut teman maya dan sok menasehati padahal diri sendiri belum bisa move on. Saya perduli gerakan #balitolakreklamasi  dengan membeli kaos #balitolakreklamasi  yg semua keuntungannya dijadikan donasi yg dikelola walhi bali untuk menjaga gerakan #balitolakreklamasi tetap ada dan untuk advokasi #batalkanperpres51th2014.  Anda? perduli dengan diri sendiri, beli kaos #jaenidupdibali #mytripmyadventure. Yg penting gaul gagah keren tren dan bisa selfi. Tak perduli walau sering sekali buang sampah dan mengotori. Tak risih alam rusak kini dan nanti. Yang terakhir dan paling penting dan inti dari semua ini. Saya memang ganteng. Dan anda? Jelek. Itu saja.


Harusnya saya pada paragraf diatas mengganti kata "saya" dengan kata "kami" karena saya tak  sendiri, ada ribuan sperti "kami". Yang bicara, yang perduli dengan bali kini dan nanti. Dan mengganti kata "anda" dengan "kalian". Yang diam saja tak perduli. Atau memang tak tau kalo bali nanti tak indah elok sperti saat ini. Tapi "kalian" bisa berubah menjadi "kami". Dengan dukung gerakan #balitolakreklamasi. Dunia maya punya pengaruh kuat, isi petisihttps://www.change.org/p/ketua-dprd-bali-segera-cabut-sk-reklamasi-teluk-benoa disini jugahttps://www.change.org/p/pak-jokowi-do2-tolak-reklamasi-teluk-benoa-batalkan-dan-cabut-perpres-51-2014  ganti profil media sosial dengan bantuan twibon.  Disinihttp://t.co/GeBLYnzEnQ  dengan  Beli t-shirtnya dan "kalian", ah maaf "kalian" sudah jadi "kami" dan "kami" sudah jadi"kita". Dan kita tampil ganteng sambil berdonasi. Turun kejalan nyanyi yel-yel tolak reklamasi. kalian (ah maaf kita) akan terlihat gagah tapi masih bisa selfi dengan penuh arti seperti saya di akhir tulisan ini.


Tak ada yang memksa kami panas-panasan hingga kulit menghitam nyanyi-nyanyi tolak reklamasi. Tak masalah jalan kaki dan hisap polusi. Tak ada yang memberi kami gaji atau bahkan nasi untuk ikut gerakan ini. Kami tergerak karena nurani kami sendiri, nurani karena kami mencintai Bali kini dan nanti.

Tak ada yg memaksa kami ijin pulang kerja lebih awal (maaf pak bos saya bolos). Tak mengapa kedenpasar denga motor butut tercinta  untuk ikut Parade budaya, bahagia walau disana  cuma bisa beli lumpia,  tak apa penuh keringat bercucuran demi cinta, agar kelak tak ada air mata.

Selamat ulang tahun Bali. Terimaksih sudah membaca, tak suka tulisan ini tak apa asalkan dalam hatimu kamu setuju.