Pagi-pagi bapak dibangunkan ibumu, ini ulang tahun ke-5 Kinan, udah dibuatkaan catatan? Bapak bilang belum, karena dulu tulisan untuk Kinan rencananya cuma trilogi, tapi berlanjut ada yang ke-4, dan ini ke-5. Tentu saja bukan hal yang istimewa seorang ayah membuat tulisan untuk anak-anaknya, anak2 adalah sumber inspirasi, sumber semangat, sumber motivasi para orang tua. Ini adalah tulisan ke-5 bapak tentang kamu, bapak kembali nulis di blogspot, karena fitur catatan di Facebook sudah hilang, catatan bapak di Facebook boleh hilang. Tapi kasih sayang bapak dan ibu tak akan hilang. Kasih anak sepanjang galah kasih ibu sepanjang jaman.
Dr. Seuss (penulis) bilang, "Orang dewasa hanyalah anak-anak yang ketinggalan jaman". Bapak juga, bapak masih suka main, main bareng ibumu apalagi. Masih suka main game, PES android/efootball (sepakbola) di gawai. Di sana bapak belajar setiap strategi selalu ada kontra strategi, semua kekuatan ada titik lemah, setiap kelemahan selalu punya kekuatan. Begitu juga kamu dan adikmu. Kamu dan adikmu adalah sumber kekuatan sekaligus titik lemah bapak dan ibumu. Ketika kamu sehat dan ceria, bapak punya energi berlebih. Ketika kamu sakit, energi bapak seperti terkuras habis. Awal Mei kamu jatuh sampai luka di batang hidung, sementara dari hidung keluar darah. Panik nggak, panik nggak paniklah masa nggak. Ibumu nangis bapak panik, untungnya setelah diperiksa tak ada luka serius. Tak ada foto, orang tua macam apa yang sempat foto anaknya luka lalu di unggah ke sosial media sebelum diperiksakan ke tenaga medis. Orang tua itu bukan bapak banget. Bapak main sosmed, tapi tak gila sosmed. Klo tergila-gila sama ibumu sepertinya belum sembuh sampai sekarang.
Di umur 5 tahun, kamu belum juga bapak sekolahkan TK, iya banyak yang sudah sekolah diumur kamu, tapi bapak ibu masih harus mengajarkan banyak hal, sikap, perilaku, sopan santun, baik buruk, benar salah. Banyak hal mulai prinsip yang harus kami ajarkan dan contohkan. Membesarkan anak usia dini bukan tentang perlombaan siapa duluan bisa. Bisa jalan , tumbuh gigi atau bahkan calistung(baca tulis hitung), tapi bagaimana anak bahagia di usia dini. mengurangi ingatan/kenangan negatif penyebab trauma. Bagaimana bapak meminimalkan trauma yang bisa menyebabkan ketakutan berlebih (phobia). Banyak anak takut gelap, kecoa, ulat, atau hal2 lain yang sebenarnya tidak berbahaya karena ulah orang dewasa disekitarnya. Bapak tidak takut, kecoa, ulat atau gelap, tapi bapak takut kehilangan ibumu. Tanpa ibumu hidup bapak gelap tak tau arah jalan pulang. Aku tanpa (ibu)mu butiran debu.
Belajar calistung bisa pelan2, bisa sambil nonton video, bisa sambil bermain. Di usia 5 tahun terserah kamu sekarang mau belajar atau tidak, bapak ingin belajar menjadi hal yang menyenangkan, bukan hal menakutkan. Di usia kamu Belajar bisa dirangsang tapi tak bisa dipaksakan. Sekolah buat bapak pendidikan karakter, attitude dan disiplin. Klo nanti pandai akademik itu bonus, tidak pun tidak apa, klo nanti pandai berkesenian itu bagus, tidak pun tak apa karena bapak contoh nyata. Bapak tak punya bakat seni, didalam tubuh bapak tak mengalir darah seni, seni dalam tubuh bapak hanya berupa air (seni). Potensi, bakat, hasrat (passion) kadang tak terlihat saat sekolah. Waktu terkadang menunda hal-hal tersebut. Tak apa terlambat itu artinya belakangan.
Naruto Uzumaki pernah berkata pada Boruto (anaknya) "Aku seorang ayah yang buruk, tapi selama aku hidup, aku tetap mengawasimu tumbuh sampai sekarang". Bapak juga mungkin Bapak yang buruk, tapi bapak akan selalu ada disaat apapun untuk anak-anak bapak. Kalian adalah prioritas hidup bapak. Bapak minta maaf atas segala kekurangan bapak, atas segala kekurang sabaran, bentakan, dan atas mata bapak yang sering mendelik jika kamu sedikit nakal. Bapak minta maaf juga atas nama ibumu, karena sepertinya ibumu lebih sering melakukan itu semua. Tapi percayalah kasih kami tak pernah padam.
Selamat ulang tahun Putri sulung kami satu satunya, putri kami yang cantik jelita sepanjang masa. Dewa Ayu Kinandari Putri Dharmika. Semoga semesta selalu menyayangimu.