Wednesday, May 22, 2024

TULISAN UNTUK KINAN (8)

putriku, rabu ini sudah sewindu
si cantik tumbuh kian ayu
mata indah teduh merayu
senyum merona indah bersemu
semoga bumi selalu merestu
dan semesta menjagamu

Kinan sudah sewindu, sudah hampir kelas 2 SD saja (klo naik kelas). bagaimana rasanya sekolah? capek? sudah mulai ada tugas/PR, belajar lebih banyak dibanding TK. Tak apa toh sekarang punya banyak teman, bapak merasa juga kamu baik-baik saja.ceria2-ceria saja. Bapak senang semangatnya, walau sakitpun kamu tidak beralasan untuk tak bersekolah, walaupun hidup tak bisa modal semangat saja tapi melihat optimisme dalam diri kamu, bapak dan ibu jg bisa lebih semangat. selayaknya arti namamu Kamu adalah Api yang memberi cahaya (kinan) hidup kami.

Pendidikan anak-anak bukan tentang mengisi ember tapi menyalakan api (Friedrich Froebel). bapak memang tak memaksa kamu belajar, tapi sedang berusaha menumbuhkan minat baca, menyalakan rasa penasaran. bapak agak suka membaca oleh karena itu mungkin jadi sedikit gemar menulis seperti ini. Jaman bapak remaja banyak orang menulis hidupnya buku harian atau Diary. klo sekarang mirip Facebook, tiktok, IG dan media sosial. Tulisan ini adalah buku tahunan bapak ditulis untuk kamu. Agar bapak bisa bersyukur bahwa Tuhan menitipkan anugrah yang tak setiap orang bisa miliki. 

Di usia kamu kamu masih susah fokus gampang teralihkan. kadang lupa bikin PR dan tugas sekolah. Tak apa kamu masih anak-anak, pelan-pelan kamu belajar lebih fokus lagi dan fokus belajar lagi pelan-pelan. bapak juga sama, masih belajar meski fokus bapak mulai agak banyak. Fokus belajar lagi, belajar jadi orang tua yang lebih baik lagi, yang bapak tak belajar hanya menjadi suami. karena itu berjalan otomatis dan natural. Hidup memberi kita pelajaran, tapi Cinta tidak. Cinta bukan Pelajaran tapi perjalanan. Cinta yang memberimu pelajaran itu bukan cinta, tapi guru matematika.

Jika ada laki-laki yang mau berkorban segalnya termasuk nyawa, itu adalah bapakmu. Bapak tahu Bapak ingin jadi cinta pertamamu. dan pelan-pelan nampaknya itu terwujud. Ibumu cerita kalau kelak kamu ingin punya pasangan seperti bapakmu. Ada rasa tak terkira yang tak bisa diungkapkan. Tak bisa dilukiskan. Bapak senang sekali. perasaan ini bapak dapatkan dulu ketika diterima ibumu. Dalam hidup beberapa hal bapak sesali dan syukuri. Salah satu yang bapak syukuri adalah bertemu ibumu. Tapi itu dulu. Sekarang masih sama.

Setiap sekuel tulisan ini bapak akan meminta maaf atas kesalahan-kesalahan bapak setahun kemarin. atas delikan mata dan bentakan. Mungkin saja bapak ulangi, tapi sudah pasti ibumu lebih sering. maafkan kami ya nak. oleh Karena Bapak menyukai musik dan mencintai lirik, bapak ingin mengutip lirik yang relate dan bapak dengar langsung dari penyanyi aslinya saat manggung live pada ulang tahun kota kelahiranmu. 

Bila bentakan kecilku patahkan hatimu
Lebih keras dari itu dunia 'kan menghakimimu
Kubentuk dirimu menjadi engkau hari ini
Kau harus kuat, kau harus hebat
Permata hatiku
(Saat kau tlah mengerti - Virgoun)


Selamat ulang tahun putri kecilku yang hobi banget marahin ayahnya. Putri kecilku yang cantik jelita sepanjang masa. Dewa Ayu Kinandari Putri Dharmika. Semoga semesta selalu menyayangimu.




Friday, February 23, 2024

KUTULIS UNTUK KANEISH (5)



Sudah setengah dasawarsa seperti terasa tak terasa. Tak terasa hari ini kamu bukan ballita,  tak terasa kamu sudah pintar bicara dan bertutur kata. Tak terasa juga kami juga sudah 5 warsa kami jadi orang tua. 5 warsa penuh suka cita, penuh canda tawa. kamu adalah anugrah tak terkira dari semesta. kami bahagia kamu terlahir kedunia,  diantara jutaan manusia di dunia, semesta menitipkan kamu untuk kami dan jadi  kita. Terima kasih semesta.


 Bapak tahu di usia 5 tahun banyak orang tua sudah menyekolahkan anaknya. sama halnya dengan kakakmu, kamu sekolah TK-nya umur 6 tahun saja ya, biar mentalmu lebih kuat saja, karena susah juga buat bapak dan ibumu klo kamu sekolah tapi kami jg ikut sekolah, bapak memang tak lulus TK, tapi bukan berarti bapak ingin sekolah TK sekelas sama anak bapak sendiri. Toh Dirumah ini kamu punya guru, iya ibumu, walau sering diselingi marah2 ibumu sudah berhasil membuat kakakmu bisa baca tulis tanpa les tambahan. Untuk usia kamu saat ini bapak tak pernah memaksa kamu belajar. menurut seorang Pendidik asal Jerman, Friedrich Froebel:

"Pendidikan anak-anak bukanlah tentang mengisi ember, tetapi tentang menyalakan api."

Puasin main saja dulu. biar nanti pas saatnya kamu belajar, kamu gak main-main. Hidup tak sebercanda itu.


Bapak cukup senang kamu tumbuh jadi anak cerewet yang suka bertanya. Ibumu beberapa kali putus asa menjawab pertanyàanmu. Dari ilmu pasti sampai hal2 tak masuk akal.  Kamu bertanya anes keluar darimana, ibumu susah payah menjelaskan agar kamu mudah mengert.  Seandainya kalau bapak yang ditanya aneh keluar darimana, bapak akan jawab kamu keluar dari dalam. 


Di lain kesempatan  kamu bertanya kenapa ibu menikah dengan bapak? ibumu menjawab karena cinta, jawaban bapak karena dipaksa ibu (hehe..)  tentu saja bukan. Bapak tak tau kenapa bapak memilih ibumu, atau kenapa ibumu mau dengan brondong yang walau sedikit ganteng tapi tak punya apa-apa ini.

Bapak tak bisa menjawab itu, tapi untuk ibumu tahu cinta tak bisa dijelaskan, cinta tak ada alasan. cinta tak bisa dilogikakan. 


Bapak dan ibu sering menganggap kamu lebih dewasa dari usiamu. tak pernah dipaksa tapi bertanggung jawab, mengalah walau tak selalu salah, mudah meminta maaf dan memiliki empati. bapak dan ibu memang mengajarkan tapi semampu kami, karena bapak dan ibu jg masih belajar. Belajar meminta maaf jika kami salah atau emosi. Masih belajar menjadi orang tua. Maafkan kami ya nak.


Selamat Ulang Tahun Dewa Ayu Made Kaneishia Putri Dharmika, anak perempuan bapak. Putri kedua kami yang tak ada duanya.

Semoga Semesta selalu menyayangimu 

kanes mesaiban

kanes unboxing kinderjoy

kanes otonan

kinan kanes