Tuntunan sloka suci mengharuskan di usiamu bapak dan ibu harus lebih tegas. Usia mu sekarang adalah membentuk karakter. Selain genetika, Karakter juga terbentuk dari lingkungan dan kebiasaan. Menanamkan kebiasaan baik, mengajarkan lebih banyak norma dan etika. Benar dan salah, baik dan buruk. Iya benar orang tua seperti kami tak bisa hanya ngomong saja. Lebih penting teladan, contoh langsung. Hidup tidak semudah berkata-kata.
Apalagi kamu Kinan, anak bapak yang kritis dan to the point. Cepat mencerna sesuatu, bapak salah ya kamu protes bapak sudah biasa. Bapak mengurangi standar ganda dirumah ini. Hanya karena kami orang tua kami tak selalu benar. Oh ya bukan kami tapi bapak saja. Ibumu tak termasuk. Memang siapa dirumah ini yg berani protes sama ibumu? Bapak? Klo bapak masih waras tidak akan. Bukan karena bapak takut. Lebih ke tidak berani saja. Selain itu bapak tahu menjadi ibu itu berat namun mulia, cinta pada anaknya melebihi cinta pada dirinya sendiri. Mengutip sloka suci sarasamuscaya 244:
"Baik pintar atau bodoh, berprilaku bajik atau jahat, kaya atau miskin; cinta seorang ibu sama dan tidak pernah berkurang".
Beberapa hari lagi sekolah TK, waktu main kamu mungkin akan berkurang beberapa jam. Disekolah kelak kamu akan belajar disiplin, sopan santun dan
Pengembangan karakter atau kepribadian. Bapak tak memaksa kamu belajar membaca atau menulis. Masih terserah kamu. PR Buat bapak adalah menumbuhkan minat saja. Biar kamu senang dan tertarik belajar. Biar belajar jadi kebiasaan bukan beban. Bapak tak akan membebani kamu ekspektasi berlebihan. Pulang sekolah kamu ceria saja sudah cukup buat bapak. Palingan untuk sekolah setingkat TK banyakan main, calistung-nya sedikit. Tapi ga tau juga sih soalnya bapak ngarang. Bapak tak pernah sekolah TK hehe.
Bapak dan ibu tetaplah manusia yang belajar jadi orang tua. Dalam prosesnya tidak semudah perkataan para pakar anak. Karena setiap anak diciptakan berbeda. Menangani kamu dan adikmu pendekatannya pun berbeda. Bapak masih mencari formula yg tepat buat kalian. Susah tapi bapak punya partner hebat. Ibumu. Rasanya hidup dengan ibumu membuat hidup bapak lebih mudah. Iya lebih mudah marah (Klo yang ini bapak bercanda). Dalam beberapa hal ibu lebih sabar, mengajak kamu belajar salah satunya. Bapak selalu bilang ke siapapun, penelitian mengatakan kecerdasan intelektual menurun dari gen ibu. Ibumu cerdas bapak cukup yakin itu. Walaupun begitu, bapak menikahi ibumu bukan karena itu, tapi dari karena dari milyaran wanita di dunia cuma ibumu saja yang mau.
Maafkan kami jika dalam prosesnya ada sedikit nada yang keras atau delikan mata. Maklumi saja ya sayang. Kadang kami marah untuk hal kecil. Padahal sebenarnya kami yang salah memahami kamu. Terkadang beban pekerjaan rumah tangga, dahaga dan lapar mempengaruhi tingkat kesabaran dan membuat gampang emosi. Maafkan kami untuk itu.
Selamat ulang tahun putri sulung kami. Putri kecil kami yang masih suka ngambek. Putri kecil kami yang cantik jelita sepanjang masa. Dewa Ayu Kinandari Putri Dharmika. Semoga semesta selalu menyayangimu.