Sunday, May 22, 2022

TULISAN UNTUK KINAN (6)

Selamat, anak bapak sudah bukan balita lagi. Sudah besar, sebentar lagi sekolah TK. Sudah ompong. Tak apa artinya kamu akan memiliki gigi baru. Patah tumbuh hilang berganti. Biar ompong kamu tetap bidadari buat bapak. Malaikat tak bersayap, peri yang banyak memberi banyak hal ajaib dalam hidup kami. 

Tuntunan sloka suci mengharuskan di usiamu bapak dan ibu harus lebih tegas. Usia mu sekarang adalah membentuk karakter. Selain genetika, Karakter juga terbentuk dari lingkungan dan kebiasaan. Menanamkan kebiasaan baik, mengajarkan lebih banyak norma dan etika. Benar dan salah, baik dan buruk. Iya benar orang tua seperti kami tak bisa hanya ngomong saja. Lebih penting teladan, contoh langsung. Hidup tidak semudah berkata-kata.

Apalagi kamu Kinan, anak bapak yang kritis dan to the point. Cepat mencerna sesuatu, bapak salah ya kamu protes bapak sudah biasa. Bapak mengurangi standar ganda dirumah ini. Hanya karena kami orang tua kami tak selalu benar. Oh ya bukan kami tapi bapak saja. Ibumu tak termasuk. Memang siapa dirumah ini yg berani protes sama ibumu? Bapak? Klo bapak masih waras tidak akan. Bukan karena bapak takut. Lebih ke tidak berani saja. Selain itu bapak tahu menjadi ibu itu berat namun mulia, cinta pada anaknya melebihi cinta pada dirinya sendiri. Mengutip sloka suci sarasamuscaya 244:
"Baik pintar atau bodoh, berprilaku bajik atau jahat, kaya atau miskin; cinta seorang ibu sama dan tidak pernah berkurang". 

Beberapa hari lagi sekolah TK, waktu main kamu mungkin akan berkurang beberapa jam. Disekolah kelak kamu akan belajar disiplin, sopan santun dan 
Pengembangan karakter atau kepribadian. Bapak tak memaksa kamu belajar membaca atau menulis. Masih terserah kamu. PR Buat bapak adalah menumbuhkan minat saja. Biar kamu senang dan tertarik belajar. Biar belajar jadi kebiasaan bukan beban. Bapak tak akan membebani kamu ekspektasi berlebihan. Pulang sekolah kamu ceria saja sudah cukup buat bapak. Palingan untuk sekolah setingkat TK banyakan main, calistung-nya sedikit. Tapi ga tau juga sih soalnya bapak ngarang. Bapak tak pernah sekolah TK hehe.

Bapak dan ibu tetaplah manusia yang belajar jadi orang tua. Dalam prosesnya tidak semudah perkataan para pakar anak. Karena setiap anak diciptakan berbeda. Menangani kamu dan adikmu pendekatannya pun berbeda. Bapak masih mencari formula yg tepat buat kalian. Susah tapi bapak punya partner hebat. Ibumu. Rasanya hidup dengan ibumu membuat hidup bapak lebih mudah. Iya lebih mudah marah (Klo yang ini bapak bercanda). Dalam beberapa hal ibu lebih sabar, mengajak kamu belajar salah satunya. Bapak selalu bilang ke siapapun, penelitian mengatakan kecerdasan intelektual menurun dari gen ibu. Ibumu cerdas bapak cukup yakin itu. Walaupun begitu, bapak menikahi ibumu bukan karena itu, tapi dari karena dari milyaran wanita di dunia cuma ibumu saja yang mau.

Maafkan kami jika dalam prosesnya ada sedikit nada yang keras atau delikan mata. Maklumi saja ya sayang. Kadang kami marah untuk hal kecil. Padahal sebenarnya kami yang salah memahami kamu. Terkadang beban pekerjaan rumah tangga, dahaga dan lapar mempengaruhi tingkat kesabaran dan membuat gampang emosi. Maafkan kami untuk itu. 

 Selamat ulang tahun putri sulung kami. Putri kecil kami yang masih suka ngambek. Putri kecil kami yang cantik jelita sepanjang masa. Dewa Ayu Kinandari Putri Dharmika. Semoga semesta selalu menyayangimu.


Wednesday, February 23, 2022

KUTULIS UNTUK KANEISH (3)

Hai aneh (kaneish), sudah 3 tahun tidak terasa, sudah banyak cerita setahun ini, dari 2 tahun ke 3 tahun. Kelak kamu tidak mungkin ingat masa-masa ini. Dalam tulisan ini bapak akan cerita setahun kebelakang kamu ngapain saja. Sama seperti anak seusiamu sih, tapi bapak nulis buat memori bapak saja, karena ingatan kadang tidak abadi, tapi tulisan ini harusnya abadi selama Blogspot/Google dan Facebook tidak bangkrut. Ini tulisan ke-3, sesuai umurmu sekarang. Tulisan kecil seperti ini penting buat bapak, merekam ingatan-ingatan indah dan penting buat bapak, mengingat bapak mulai tua dan pikun, satu hal yang bapak tak bisa lupa cuma ibumu saja.

Buang air kecil sendiri, cebok sendiri lepas dan pakai celana sendiri. Yeay!! Bapak angkat topi untuk ini, dimasa anak-anak lain seusiamu masih pake popok sekali pakai, kamu sudah lepas popok di usia kira2 15 bulan. No pain no gain, Setiap kemajuan selalu ada pengorbanan. Seluruh kamar bau pesing adalah efek samping, tiap hari jemur kasur adalah tindakan nyata susahnya punya anak-anak tak mau pake popok sekali pakai. Tapi tak apa. Bapakmu adalah penganut paham jangan protes pada proses. Klo memang prosesnya seperti itu ya sudah. Jalani aja dulu, ah kata ini mengingatkan bapak sama ibumu dulu pas pertama pacaran. Kenangan memang tak pernah mati.

Bicara, ya orang-orang sekeliling kamu memanggil "aneh", bukan karena kamu "aneh" tapi aneh sendiri memanggil diri aneh itu aneh. Bingung bacanya? Bapak sama. Maksud bapak kamu tidak bisa melapalkan nama kaneish dengan baik, yg terucap "aneh" saja huruf "s" kamu belum bisa melapalkannya dengan baik, apalagi "r". Kakakmu adalah penerjemah bahasa yang kami tak bisa mengerti. Klo kamu nyanyi sendiri seperti nyanyi bahasa asing, padahal lagu anak-anak biasa. Ya nanti juga bisa dan biasa bicara yg baik dan benar. Mungkin anak-anak seusiamu banyak jg yang begitu. Tak apa, Jangan protes pada proses. 

Empati, adalah hal yang membuat bapak takjub. Kepedulian kamu terhadap banyak hal membuat bapak dan ibu merasa bangga. Minta maaf, bilang terima kasih dan meminta tolong memang kami ajarkan. Tapi tak menyangka kamu lakukan di usia sedini ini. Ada ungkapan lawas yang bilang, jangan beri anak nasehat, tapi beri mereka teladan, anak-anak lebih mudah meniru daripada mendengar. Bapak yakin kalian akan tumbuh jadi orang baik, karena kamu dididik ibumu, empati rasanya menurun dari ibumu. Bapak dan kamu beruntung punya istri sekaligus ibu seperti ibumu. Ibumu adalah hadiah dari semesta buat bapak. Sst..Nampaknya ibumu tak bisa tidur jika sudah sempat membaca ini.

Bapak dan ibu masih banyak harus belajar jadi orang tua dan teladan buat kamu. Kami juga masih belajar untuk lebih sabar menghadapi segala tingkah laku nyeleneh kamu. Maaf untuk setahun yang penuh bentakan, penuh dengan mata yang mendelik. Bapak dan ibu kadang tidak sabar menghadapi kamu dan kakak. Bapak sadar akan kekurangan bapak tapi bapak terus berusaha lebih baik lagi. Bapak akan selalu berusaha melindungi kalian. Mengutip lagu yang populer dan liriknya mewakili perasaan bapak sebagai seorang ayah :
"I see your monsters
I see your pain
Tell me your problems
I'll chase them away"
- Timeflies feat. Katie Sky

Selamat ulang tahun aneh si putri tidur, putri gembulku, putri yang tak pernah bisa bapak marahi. Putri kedua kami yang cantik jelita, Dewa Ayu Made Kaneishia Putri Dharmika. Semoga semesta selalu menyayangimu.