Thursday, May 22, 2025

TULISAN UNTUK KINAN (9)



“Aku tahu kamu hebat
Namun, s'lamanya diriku pasti berkutat
'Tuk s'lalu jauhkanmu dari dunia yang jahat”. 

Sepenggal lirik lagu nina -.feast. pertama kali bapak dengar lagu ini bapak tahu ini akan jadi lirik yang bapak kutip dalam tulisan bapak berikutnya. Tulisan yang sebenarnya tak ada gunanya dibaca orang lain tapi penting buat bapak. Ini adalah memoir tertulis. Notula tahunan apa perkembanganmu setahun terakhir. Klo kelak kamu merasa geli bapak menulis hal seperti ini jangan lupa bilang. Soalnya bapak geli juga klo membaca tulisan bapak waktu muda dulu di blog ini

Sekarang Kinan sudah punya banyak teman. Sudah banyak aktivitas diluar rumah. Kadang belajar kelompok atau belajar bahasa inggris di bale banjar. Sesekali belajar tari dan menari di acara adat. Sudah banyak hal berubah dan berkembang. Tugas bapak sebagai suporter untuk tumbuh kembangmu. Karena dari banyak hal yang bapak sebutkan tadi, sepertinya ibumu lebih berguna dibanding bapak. Belajar pelajaran sekolah kamu lebih mengerti diajari ibumu. Belajar menari tentu ibumu lebih pintar, mengajarkan lebih luwes. Mungkin memang bakatmu menari menurun dari ibumu. Bapak dulu pernah menari kecak bahkan sampai mentas di PKB, tapi jujur saja bapak karena itu jadi bahan tertawaan teman kerja. Disana (PKB) bapak menari hanya jadi pepohonan. Diganti pohon sungguhan pun penonton tak ada yang sadar😅😅

Anak bapak yg cantik sudah kelas 2 SD. Sudah pintar baca tulis. Mulai banyak belajar hal baru. belajar bahasa inggris di bale banjar dan belajar menari. Belajar apapun harus disiplin. Meski bapak tak akan memaksakan cara pendidikan jaman bapak dulu karena tentu saja pendekatannya berbeda.Tapi yang pasti dalam belajar apapun disiplin adalah kunci. Bapak senang nonton atau subscribe Pandji Pragiwaksono. Entah dia kutip dari siapa atau buku apa yang dia kutip “Disiplin itu membebaskan bukan mengekang”. Disiplin hari ini akan membebaskanmu kelak. Apapun yang kamu pelajari secara disiplin hari ini akan membuat kamu bebas menentukan pilihan nanti. sesederhana jika kamu disiplin belajar sekarang nanti kamu bebas memilih jadi ilmuwan, atau apapun yang kamu inginkan.

Selama 9 tahun jadi bapakmu, bapak merasakan banyak hal berubah. Banyak hal baru yang bapak dan ibu pelajari sebagai orang tua. Menguras emosi dan energi. Bayangkan saja menghadapi ibumu saja bapak sudah kewalahan, ditambah kamu. Kamu adalah ibumu versi mini. Kalian punya satu kesamaan tak terbantahkan. Kadang bapak tersenyum kalo mendengar ibu memarahi kamu. Seperti melihat ibumu sedang memarahi dirinya sendiri

Puja dan puji untuk Tuhan dan semesta karena menitipkan kamu di rumah ini. Kamu adalah bukti bahwa semesta kerap memberi anugerah tak terkira. Bapak dulu meminta Tuhan memberi keturunan lalu lahirlah kalian. Tuhan selalu baik. Dulu bapak meminta jodoh yang benar. Semesta mengabulkannya lewat ibumu. Ibumu selalu benar yang jadi selalu salah itu bapak😀.

Seperti biasa sebagai akhir kata. Bapak melanjutkan Kutipan lirik lagu yang bapak kutip di awal tulisan ini : 

“Tumbuh lebih baik, cari panggilanmu
Jadi lebih baik dibanding diriku
'Tuk sementara kita tertawakan berbagai hal
Yang lucu dan lara selepas lepasnya”
Nina - .Feast


Selamat ulang tahun putri kecilku, putri yang senang sekali marah-marah sama bapaknya. Putri kecilku yang cantik jelita sepanjang masa. Dewa Ayu Kinandari Putri Dharmika. Semoga semesta selalu menyayangimu.




Sunday, February 23, 2025

KUTULIS UNTUK KANEISH (6)

Saat engkau terjaga

Aku 'kan ada di sana

Sempatkan bermain dan bawakan cendera mata

Satu sampai lima tahun, cepat tak terasa


Untaian kata diatas bukan puisi karya bapak, bapakmu tidak sepuitis itu, itu penggalan lirik lagu .Feast yang bapak dengar tiap hari melebihi minum obat, tapi belum bosan juga. Lagu itu mewakili perasaan seorang bapak. Seorang bapak yang putri keduanya sudah melewati 5 tahun. Seorang bapak yg pulang kerja (dipaksa) bawa cenderamata atau oleh2. Kelak bapak akan merindukan masa ini. Masa dimana  ketika pulang disambut nyanyian/yel-yel “gagapan… ingatlah itu.. “. Mungkin saja ini adalah masa terindah hidup bapak.


Bapak menjadi bapakmu sudah genap enam tahun. bapak melihat kamu mulai dari dari berbentuk cairan, foto USG sampai sebesar  sekarang. Sebentar lagi kamu akan sekolah TK. Sudah tak bisa lagi bangun siang dan malas-malasan. Ibumu selalu bilang bahwa kamu adalah fotocopy bapak, yg suka tidur alias kaum rebahan.  Seringkali ibumu marah klo melihat kamu atau bapak rebahan saja  tak melakukan apa-apa. Mendengar ibumu cerewet dan marah2 itu bapak semakin yakin bahwa dunia bapak sedang baik-baik saja. Rumah adalah tempat bapak atau kamu  bisa jadi diri sendiri.  Tentu dengan resiko kena gas ibumu. 


Di usia kamu saat ini, kakakmu sudah bisa baca dan tulis tanpa les tambahan berkat bapak? sudah pasti bukan. Walau bapak pernah sekolah keguruan 4 semester ternyata yng lebih pintar mengajar adalah ibumu. Masalahnya kamu tak secepat kakakmu dalam belajar. Tak apa. Tenang saja bapak tak akan memaksa kamu belajar. Atau marah-marah kerika kamu malas belajar. Klo memberi semangat mungkin iya, karena bapak yakin kamu kurang dorongan saja. Bapak tahu kelak kamu pasti bisa. Yang bapak percayai daripada memaksa anak belajar lebih baik menyalakan rasa penasaran dalam dirimu. Pendidikan anak-anak bukan tentang mengisi ember tapi menyalakan api (Friedrich Froebel). 


Toh kamu  punya  rasa ingin tahu yang lumayan menyulitkan bapak. Contoh pertanyaanmu, “kalo bumi bulat kenapa air laut tidak tumpah? kalo bumi bulat manusia yang diam disamping kenapa tidak merasa miring atau  jatuh  kebawah, cahaya itu apa sebenarnya?”. Tenang nak pertanyaan itu semua bisa bapak jawab pelan-pelan dengan bantuan google. Yang susah bapak jawab adalah klo ibumu nanya, “bapak masih sayang ibu nggak?” tidak antusias menjawab, salah nada, terlalu cepat, terlalu lama adalah kesalahan dimata ibumu. Untuk pertanyaan itu  google pun nampaknya  akan menyerah jika yang nanya ibumu..


Tulisan ini sudah tulisan ke-6. Bapak menganggap ini hadiah, bukan buat kamu, tapi buat bapak untuk bapak baca kelak. Bahwa semesta memberi kesempatan bapak memiliki kalian, anak-anak bapak, dan tentu saja ibumu. Wanita tercantik di jagad raya (klo tidak sedang marah). Tulisan ini juga wujud rasa syukur bapak bahwa kamu tumbuh sehat dan ceria. Bapak sudah mendekati empat puluh tahun. Menua bukan pilihan tapi kepastian. Meski masih terlihat tampan nan rupawan (kata ibumu) tapi sudah setengah lebih rambut bapak  uban, sudah mulai rabun dan pikun. Sudah lupa banyak hal, yang tidak bisa bapak lupa  mungkin hanya ibumu saja. (ehm)


Tugas kamu kelak bacakan tulisan ini jika mata bapakmu sudah tak mampu lagi membaca kata demi kata tulisan ini. keraskan saja nada suara kalau telinga bapak sudah mulai tak mampu mendengar. Kelak mungkin suaramu akan jadi nyanyian  terindah dan semerdu nyanyian kalian saat ini “gagapan.. ingatlah itu..” 

 

Menyambung lirik di awal paragraph pertama tulisan ini, lagu yang mungkin jg liriknya bapak kutip lagi untuk kakakmu. Karena lagu ini benar-benar menyentuh hati dan perasaan bapak,


Segala hal kuupayakan untuk melindungi

Tunggu aku kembali lagi esok pagi

Tumbuh lebih baik, cari panggilanmu

Jadi lebih baik dibanding diriku

'Tuk sementara ini aku mengembara jauh

Saat dewasa kau  kan mengerti 

NINA - .FEAST


Selamat Ulang Tahun putri tidurku. Putri yang selama 6 tahun ini selalu minta di usap kakinya menjelang tidur.  Dewa Ayu Made Kaneishia Putri Dharmika. Semoga semesta selalu menyayangimu.

Kanesh 5 tahun