Sebelum basi baiknya ditulis saja perjalanan ini. Minggu 1 Oktober 2015 jam 02.00 dini hari, Kami 5 pemuda (ok saya paling tua) dan seorang orang tua (maaf NP Suarsana disebut tua). Pemuda pemula yg besar mulut ingin menaklukan gunung. Yg mengira naik gunung itu mudah dan tanpa rintangan. Kami sebagian besar tak pernah naik gunung. . Tanpa pengalaman, tanpa persiapan matang tetap saja kami datang. Berangkat jam 11 malam dengan hanya naik sepeda motor dari rumah kekintamani sesuatu banget, (untung saya nebeng sama pak jro) Kaum muda emang seperti itu hajar dulu resiko belakangan, adrenalin yg meluap membuat jiwa muda bersemangat. Saya sendiri pernah mendaki Gunung Batur pas SMP kira-kira 5 tahun lalu, eh salah 15 tahun lalu, klo akhir2 ini sih lebih sering mendaki gunung kembar (ups).
Lima pemuda dengan keangkuhannya coba menaklukan puncak tertinggi di Bangli, Gunung Abang (2.151 mdpl). Khusus buat saya mungkin ini puncak tertinggi saya sebelum saya benar2 tua. Tampak kami sok perduli lingkungan, sok pecinta alam, sok keren, sok kuat, sok bertualang alias adventure. Yeah mungkin saja kami seperti itu. Dari perspektif anda mungkin saja kami cuma buang-buang waktu, buang energi, buang uang, dsb. Jika benar cara pikir anda spt itu, anda dangkal. Kami kesana bukan sok2an loh, ada misi yg harus kami emban (ceileh misi). Dan kami menyelesaikan tugas kami sampai kepuncak Gunung Abang dan mengantongi sampah plastik untuk dibawa turun. Lelah, letih, lutut terasa lepas, napas tinggal setengah, medan yg sulit dan seram (untuk saya yang takut ketinggian) ditambah pasir dan debu yang mempersulit medan adalah tantangan yg berhasil dilalui. Walau sebenarnya rute yang kami lalui adalah melalui Desa Suter, rute yang lebih pendek dan lebih datar (katanya).. Bagi pemula seperti saya sih ini sudah luar biasa susah. Syukurlah saya pribadi sukses ke puncak, ,meskipun dari rombongan desa yang berangkat kesana saya paling buncit kalah dengan orang tua ( NP Suarsana) yg berumur 50 tahun lebih. Alon-alon asal kelakon, toh sampai puncak. Kalo naik gunung dan tak sampai puncak itu ibarat (maaf) masturbasi/onani/intercourse tanpa orgasme dan ejakulasi. Tak ada nikmatnya sama sekali. Yang tua pasti ngerti. Yang belum ngerti anggap tak pernah baca istilah itu sama sekali. Baiknya diselesaikan dulu PR matematikanya gih, abis itu bobok ya..
Adalah sebuah kehormatan bila kami diundang (mungkin karena salah satu tetua desa kami adalah penggagasnya) dan tak semua orang/kelompok/organisasi diundang resmi, walau semua dipersilakan untuk berpartisipasi. Apalagi event yg diselenggarakan sangatlah bagus dan bermanfaat menurut saya. Mendaki Gunung Abang sambil bersih2 sampah plastik. tak semua penyelenggara acara baik itu komponen masyarakat/birokrat/korporat punya kepedulian terhadap lingkungan. Dan tak semua pemuda punya kepedulian yang sama, mungkin saja anda salah satunya. Aneh saya melihat ketika sampai dipuncak disambut sampah-sampah plastik. Disana tak ada petugas kebersihan khusus, kitalah penikmat alam, jadi kita jg yg harus menjaganya. Saya jg ingin tahu motivasi dan tujuan mereka mendaki gunung itu apa. Menikmati keindahan dan keagungan alam ciptaan Beliau, atau jangan-jangan cuma ingin buang sampah sekalian foto2 trus pamer di sosial media, jikalau iya seperti itu anda tak sedang menjadi petulang dan pecinta alam, anda sebenarnya adalah perusak alam. Tak ada yg melarang kita bawa bekal makanan dan sebagainya saat bertualang, mendaki dll, hanya saja tak elok ketika buang sampahnya sembarangan. Fotonya sudah anda unggah, kenangannya sudah anda simpan, puncak sudah anda taklukan, akan lebih elegan lagi sampah plastiknya anda bawa turun dan buang ketempat yg disediakan. Anda (ah saya pakai kita saja) kita SD belajar 6 th, SMP 3th, SMA 3th, kuliah 4th (anda mungkin, saya hanya lulus SMK), 17 tahun belajar dan dididik tp buang sampah saja masih sembarangan. Sekolah tak hanya mengejar nilai 8 atau 9, B atau A. Ada nilai2 moral yg harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika anda melihat saya buang sampah (plastik) tidak pada tempatnya alias sembarangan di jalan umum, fasilitas umum, tempat wisata dll. tegur saya, saya tak segan meminta maaf dan berterima kasih pada anda karena telah mengingatkan saya. Saya janji tak akan marah atau tersinggung. Jika seandainya besok paginya setelah menegur saya anda sakit perut (nyakitang basang) percayalah itu bukan ulah saya dan itu normal bila tiap pagi seperti itu.
Semua hal besar berawal dari hal kecil, buang sampah pada tempatnya, tak memakan/membunuh bintang yg dilindungi/sedikit/hampir punah. Mencabut paku dipepohonan pinggir jalan. Diatas Adalah hal-hal kecil yg berdampak besar bagi alam. Hargai dan sayangi alam maka alam akan memberikan manfaatnya, ingat yg besar awalnya kecil, suami/selingkuhan (bagi yg punya) seperti itu juga kan. Kecil dulu sayangi jadinya besar.. Cintanya. Ah maksud saya bukan cinta tapi itunya eh anunya.
Maaf atas cuapan yg tampak provokatif dan membuat anda tersinggung, kadang butuh bahasa yg sedikit menyentil untuk membuat kita tersentil, dan maaf juga atas pemilihan kata2 yang sedikit jorok dan rasanya tak pantas ditulis dan dibaca. Mungkin karena saya emang dasarnya provokatif, tukang sentil dan jorok seperti apa yg saya tulis diatas. Hehe.. Bagi yg suka dengan saya, eh suka membaca maksud saya, dan tidak mudah tersinggung anda bisa membaca tulisan/opini saya tentang berbagai hal, dari yang tak penting sampai yang tak jelas bisa dibaca disini https://m.facebook.com/notes/?id=100000081409679https://m.facebook.com/notes/?id=10... Dan saya terbitkan di blog pribadi saya di sini http://dodo-entertainment.blogspot.co.id/
Ada foto yg akan saya jadikan sejarah saat saya tua nanti dibawah. Setiap orang boleh berapresiasi dan berekspresi sesuka hati asal sopan dan bertanggung jawab. Suka dan komentar adalah bentuk apresiasi. Komentar, kritik saran silakan. Tak suka dan tak komentar itu hak anda. Saya tak perlu disukai dan diapresiasi atas apa yg saya tulis ini, foto yang saya unggah dan apa yang saya lakukan kemarin. Ini akun sosial saya dan saya sedang menulis sejarah saya sendiri. Jika anda tak suka dan tersinggung karena isi tulisan ini, silakan cari saya, tentukan tempat, jam dan tanggalnya agar saya bisa lari dan tak bertemu anda. Terima kasih.








No comments:
Post a Comment
silakan komentar bebas tp sopan anda kan sekolah.